RSS

Bagaimana Matematika Diajarkan di Yunani Kuno?

06 Mar

Siapa bilang matematika hanya diajarkan di sekolah modern saja? Ternyata matematika telah diajarkan pada jaman kuno juga. Pada artikel ini, saya akan menulis bagaimana matematika diajarkan di Yunani Kuno. Ternyata pada jaman itu matematika sudah diajarkan di kelas-kelas dan menjadi mata pelajaran yang dianggap penting. Tentu penting disini disesuaikan dengan kebutuhan pada saat itu dan tergantung dari suku bangsanya.

Di Yunani kuno, pembelajaran matematika sangat beragam antar negara bagian. Di wilayah Sparta, para pemuda dimasukan ke lembaga-lembaga militer untuk dilatih menjadi prajurit (tentara) dan ahli strategi perang. Sedangkan di Athena mereka belajar secara mandiri, maksudnya mereka yang ingin belajar, mengundang seorang guru untuk datang ke rumah dan mengajar materi matematika. Ya seperti les privat sekarang ini. Tidak hanya matematika saja yang dipelajari, tetapi juga senam dan musik. Lho kenapa mereka belajar matematika bersamaan dengan senam dan musik? Itu berlandaskan pada tujuan pembelajaran mereka yang ada pada ‘kurikulum’ pada jaman itu yaitu mencapai kesempurnaan hidup baik secara fisik maupun mental.

Di wilayah Sparta, para pemuda dimasukan ke lembaga-lembaga militer untuk dilatih menjadi prajurit. Sedangkan di Athena mereka belajar secara mandiri.

Di Yunani kuno, pembelajaran matematika memiliki struktur yang berbeda dengan sekarang. Perbedaan yang utama adalah Geometri dan Aritmetika diajarkan secara terpisah. Bahkan untuk aritmetika sendiri diajarkan secara terpisah, yaitu yang diperuntukan bagi sekolah umum (kelas menengah dalam strata sosial / piyayi), para tukang dan seniman yang membutuhkan banyak perhitungan rumit. Materi pembelajaran yang diajarkan dikhususkan pada kebutuhan mereka untuk membangun bangunan, perdagangan, dan beberapa seni pembuatan patung.

Bentuk kelas aritmetika yang kedua adalah ‘ilmu angka’. Pembelajaran ini diperuntuan bagi masyarakat kelas menengah keatas yang memiliki banyak waktu dan uang untuk belajar ilmu matematika lebih dalam.

Seperti telah ditulis diawal tulisan, di Athena proses pembelajaran berlngsung di rumah dengan cara mengundang seorang guru untuk mengajar. Proses pembelajarannya diawali oleh orang tua kepada anaknya, atau oleh seorang budak yang terpelajar. Biasanya pada tahap tersebut mereka belajar menulis, membaca, musik, senam, dan sedikit aritmetika. Nah, setelah mereka berusia 12 tahun, mereka dimasukan ke sebuah sekolah. Disekolah ini mereka akan belajar dasar-dasar tata tulis, logika, dan retorika. Pada akhir tahap ini, kebanyakan dari mereka melanjutkan untuk mempelajari aitmetika.

Ada dua cara yang bisa mereka ambil untuk belajar lebih lanjut.
Pertama, mereka mengundang seorang sofis / orang pintar (bukan dukun!) untuk datang dan mengajar mereka. Yang kedua adalah mengikuti atau masuk ke sebuah perguruan tinggi atau akademi.
Pada saat itu ada beberapa akademi yang ada, diantaranya adalah akademi yang didirikan oleh Plato, Aristoteles, dan Phytagoras.

Sekolah Phytagoras.

Didirikan pada tahun 518 SM di Croton. Disini lahir ilmu-ilmu hitung dan geometri yang dipakai sampai sekarang. Disekolah ini ilmu bilangan dipelajari secara detil dan menjadi mata pelajaran favorit. Mereka juga belajar tentang bangun-bangun geometri. Mereka percaya bahwa segala sesuatu didunia ini bisa dihitung secara matematis. Misalnya senar pada alat musik menghasilkan nada yang berbeda (Mathematical Sciences).

Phytagoras juga percaya bahwa jiwa manusia dapat menjadi murni dan menuju kepada ilahi melalui pemikiran filosofis dan mempraktekan pola hidup yang ketat. Hal ini disebabkan karena matematika mempunyai pandangan yang ekstrim tentang kehidupan dan pada saat itu banyak sekali perang antar negara. Mereka percaya dengan mempelajari matematika bisa menjadi manusia yang beradab dengan menciptakan imu-ilmu hitung dan mengembangkan pengetahuan mereka akan misteri hidup.

Plato’s Academy

Sekolah ini adalah sekolah paling lama yang ada, berlangsung lebih dari 900 tahun dan ditutup pada jaman Kaisar Justinian pada 529 karena dianggap sebagai sekolah yang mengajarkan ilmu-ilmu pagan. Tujuan dari berdirinya sekolah ini adalah mendidik para politisi dan negarawan Athena.

Pemikiran-pemikiran Plato mengenai matematika dalam kehidupan dan pendidikan jauh lebih ekstrim dari pada Phytagoras, terlihat pada hukum-hukum yang ditelurkannya. Dikemudian hari ilmu matematika ini dijadikannya dasar untuk berpikir filosofis, dia mengharuskan siswanya belajar matematika selama 10 tahun sebelum belajar filsafat. Dia percaya langkah ini diperlukan untuk melatih pemikiran logis siswanya. Karena pemikiran logis tidak hanya diperlikan di filsafat saja melainkan juga dalam ilmu politik.

Lyceum Aristoteles

Sekolah ini memiliki kurikulum yang lebih luas dan mementingkan pada ilmu alam (science). Tidak berbeda dengan dua sekolah diatas, hanya forum diskusi menjadi bagian terpenting di sekolah ini. Para siswa sering mendiskusikan berbagai masalah dengan para guru ataupun dengan siswa yang lain. Ide dari sekolah ini kemudian digunakan

Bagaimana menurut anda?
Apakah pembelajaran matematika sekarang ada ‘sedikit’ perbedaan dengan pembelajaran matematika pada saat itu?

Sumber: yogopunyablog.blogspot.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 6, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: